TIDAK KINCLONG
Yesaya 53:1-12
Sudah “dari sono-nya”, kebanyakan dari kita menyukai dan mengagumi mereka yang tampan dan cantik. Karena begitu suka dan kagumnya, kita sampai menonton semua filmnya, menghafalkan semua lagunya, serta mengoleksi berbagai benda yang berhubungan dengannya. Pokoknya, demi “dia”, kita rela melakukan hampir apa pun!
Melihat kecenderungan kebanyakan orang yang demikian, mengapa Hamba Tuhan justru hadir dengan keterangan: tidak tampan, tidak berwibawa, tidak tampak mulia, dan tidak menarik untuk dipandang? Tidakkah, jika Sang Hamba tampil menawan dan memesona, Ia akan dengan mudah mengumpulkan banyak pengikut? Mungkin saja. Namun, jika demikian, relasi yang terbentuk antara Hamba Tuhan dan para pengikut-Nya akan menyerupai relasi antara pesohor dan para penggemarnya. Artinya, para penggemar akan mengharapkan segala sesuatu yang serba baik dan indah dari sang pesohor. Padahal, yang ditawarkan Sang Hamba adalah menempuh jalan salib bersama-Nya. Sanggupkah mereka?
Satu hal lagi. Kehadiran Hamba Tuhan yang tidak tampan, tidak berwibawa, dan tidak menarik itu bagaikan membawa “angin segar” bagi setiap orang yang juga merasa “senasib” dengan-Nya. Sebab ternyata, bukan hanya mereka yang kinclong yang bisa memiliki teman dan pengikut, melainkan juga mereka yang sebaliknya. Syukurlah, ada Hamba Tuhan yang seperti itu! (Wasiat)
REFLEKSI: Kita bukan mengikuti seorang pesohor, melainkan mengikuti Hamba Tuhan yang menempuh jalan salib.